Wellcome To Info Healt

Diberdayakan oleh Blogger.

what time


Tampilkan postingan dengan label Pendek Umur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendek Umur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2010

Banyak Duduk, Pendek Umur

Makin Banyak Duduk, Makin Pendek Umur

Kompas.com — Ingin sehat dan berumur panjang? Bergeraklah. Makin banyak seseorang melakukan gaya hidup sedentari yang berarti lebih banyak duduk, makin pendek usia mereka. Peringatan ini disampaikan para ahli setelah melakukan penelitian terhadap lebih dari 12.000 orang dewasa di Amerika.

Ini berarti kita memang harus terus aktif dan bergerak. "Pesan dari hasil penelitian ini adalah orang harus memahami bahwa semua hal yang dilakukan setiap hari memiliki konsekuensi. Bila pekerjaan mengharuskan Anda banyak duduk, tidak apa, tapi imbangi dengan aktivitas fisik yang mengeluarkan energi," kata Dr Jay Brooks, ahli hematologi dan onkologi.

Manfaat menyehatkan dari kegiatan olahraga bagi orang yang kegemukan sudah lama didokumentasikan. Namun, efek dari kebiasaan terlalu banyak duduk kurang diungkap. Beberapa penelitian memang menunjukkan kaitan antara durasi duduk dan penyakit diabetes atau jantung. Namun, belum ada yang secara khusus melihat kaitan antara mortalitas dan kebiasaan terlalu lama duduk.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, para ahli menganalisa jawaban kuesioner yang diisi oleh lebih dari 123.216 orang yang tidak punya riwayat penyakit. Mereka berpartisipasi dalam studi Cancer Prevention II.

Para peneliti mengikuti kesehatan para responden selama 14 tahun sejak tahun 1993.
Selama kurun penelitian, mayoritas partisipan meninggal karena penyakit jantung daripada kanker. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko, termasuk indeks massa tubuh dan merokok, wanita yang menghabiskan enam jam sehari untuk duduk memiliki risiko kematian 37 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rekannya yang duduk tiga jam.

Secara umum diketahui orang-orang yang terlalu banyak duduk dan tidak pernah berolahraga memiliki risiko kematian lebih tinggi lagi, yakni 94 persen pada wanita dan 48 persen pada pria. Olahraga teratur, bahkan yang dilakukan sebentar, akan mengurangi risiko kematian akibat kebiasaan duduk lama.

"Semakin lama Anda duduk, makin sedikit energi yang dipakai. Hal ini lama-lama bisa menyebabkan kegemukan dan berpengaruh pada metabolisme," kata Dr Alpa Patel, ahli epidemiologi dari American Cancer Society.

Ia menambahkan, otot tubuh, terutama otot kaki, jika jarang dipakai akan merangsang atau menekan beberapa hormon yang berpengaruh pada trigliserida, kolesterol yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit jantung.

Penulis: AN | Editor: Anna | Sumber : Healthday News Dibaca : 3501
Sumber:
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/24/09364225/Makin.Banyak.Duduk..Makin.Pendek.Umur
Read More......

Diabetes, Jangan Tunggu Bergejala!

Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua. Selengkapnya...

Agar Otak Tetap Berbobot

Agar Otak Tetap Berbobot

Agar Otak Tetap Berbobot

Kamis, 29 Juli 2010 | 15:46 WIB

Kompas.com - Seiring usia, kemampuan daya ingat bisa menurun. Tunda dengan langkah sederhana berikut:

Tidur cukup

Kita perlu tidur sebanyak 7-8 jam sehari untuk menjaga kesehatan otak. Saat kita cukup beristirahat, otak mengumpulkan berbagai informasi yang masuk dan menyusunnya dengan benar. Sebaliknya, kurang tidur bisa mengganggu performa dan suasana hati.

Rekomendasi: lakukan meditasi

Meditasi dapat menghasilkan gelombang gama di otak. Gelombang ini diasosiasikan dengan perhatian, daya ingat, dan kemampuan belajar. Peneliti dari Emory University menemukan bahwa mereka yang rajin bermeditasi cenderung terhindar dari risiko kepikunan dan kerusakan otak.

Makan sebuah apel setiap hari

Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar asetilkolina di otak. Selaini tu, apel juga mengandung kuersetin, atau sejenis flavonoid yang berfungsi melindungi sel otak dari radikal bebas.

Rekomendasi: asup makanan mengandung omega-3

Omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, dan tongkol. Asam lemak ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar sel saraf. Penelitian terbaru menyebutkan omega-3 dapat melindungi sel otak dari risiko Alzheimer.

Rajin berolahraga

Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga otak. Ketika berolahraga, otak menghasilkan BDNF (brain-derived neurotrophic factor), sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung informasi lebih banyak. Untuk meningkatkan kadar BDNF, latukan latihan aerobik secara rutin. Penelitian lain menyatakan berjalan kaki memberi manfaat yang sama.

Rekomendasi: tambah latihan dengan angkat beban

Penelitian terbaru menemukan bahwa olahraga yang ditujukan untuk pembentukan otot, seperti yoga dan angkat beban, dapat meningkatkan kadar senyawa kimia yang mempengaruhi pertumbuhan neuron.

Editor: Anna | Sumber :Prevention Indonesia Dibaca : 73

Sumber: http://health.kompas.com/read/2010/07/29/15460650/Agar.Otak.Tetap.Berbobot


Kasiat Alpokat

Terpikat Khasiat Alpukat

Jumat, 2 Juli 2010 | 11:22 WIB

KOMPAS.com — Alpukat, meskipun kandungan lemaknya tinggi yakni sekitar 16 persen, tetapi lemak yang terkandung dalam buah berwarna hijau ini aman dan malah menyehatkan. Hal itu karena sekitar 63 persen unsur penyusunnya adalah asam lemak tak jenuh, terutama asam lemak tidak jenuh tunggal.

Diet alpukat yang kaya asam lemak tak jenuh ini dapat menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) yang dapat merugikan kesehatan. Lemak tidak jenuh tunggal juga mempunyai aktivitas antioksidan yang menjaga tubuh dari kerusakan arteri akibat keganasan kolesterol LDL.

Buah alpukat juga kaya vitamin A dan karoten yang baik. Demikian juga dengan mineral kalium dan rendah natrium. Dilaporkan, makanan yang kadar kaliumnya tinggi dan natriumnya rendah adalah makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Menurut dr Samuel Oetoro, SpGK, ahli gizi dari Semanggi Spesialis Clinic, orang yang menderita diabetes sangat disarankan untuk mengonsumsi buah alpukat. "Kandungan omega-9 dan seratnya sangat baik untuk menjaga kadar gula darah," katanya dalam peringatan Hari Buah Internasional di Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Buah alpukat juga bisa dimanfaatkan untuk kecantikan, misalnya saja, mengatasi tumit pecah-pecah atau kulit kering dengan cara diblender dan dijadikan masker. Potongan buah alpukat yang diiris tipis-tipis mirip lempengan juga bisa digunakan untuk mengatasi mata lelah dan sembab.

Sementara itu, alpukat yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan jeruk bisa dimanfaatkan sebagai penghitam rambut. Caranya, alpukat yang sudah halus tadi dibalurkan pada rambut, lalu ditutup dengan topi mandi selama satu jam. Setelah itu keramas dengan sampo.

Dengan berbagai khasiat yang dimiliki buah lezat ini, rasanya kita perlu membiasakan diri untuk memasukkan buah ini dalam daftar menu sehari-hari, baik itu sebagai jus, salad, maupun minuman segar.

Penulis: AN | Editor: Anna

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by SegarBugar

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger