Sumber : Health.com
Sabtu, 20 November 2010
Meningkatkan Gairah Seks
3 Gaya Hidup Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Gairah Sex Anda
Sumber : Health.com
Read More......
1. Dapatkan banyak latihan / Olahraga
Jika Anda ingin menjadi "berdarah panas," kemudian meningkatkan sirkulasi Anda. kebugaran fisik dapat meningkatkan aliran darah, yang pada teori dapat membuat seks lebih menyenangkan karena gairah seksual bagi pria dan wanita melibatkan peningkatan aliran darah ke daerah genital. Dan yang dapat meningkatkan keinginan itu sendiri-jika merasa besar, Anda cenderung ingin melakukannya lebih.
Latihan meningkatkan endorfin, yang mengangkat suasana hati Anda, dan dapat meningkatkan energi Anda. Belum lagi yang sedang kencang membuat sebagian orang merasa lebih seksi.
2. Makan makanan yang sehat
Arteri tersumbat dengan lemak jenuh tidak membawa sebagai banyak darah ke area genital untuk tujuan gairah. Oleh karena itu hubungan antara penyakit jantung dan disfungsi ereksi.
Tetapi kelebihan berat badan juga messes dengan hormon Anda. "Obesitas dapat menggeser keseimbangan antara estrogen dan testosteron," kata Michael Krychman, MD, direktur eksekutif dari Southern California Pusat Kesehatan Seksual dan ketahanan hidup Kedokteran di Newport Beach, California Dan testosteron rendah dapat menurunkan gairah seks Anda.
Nutrisi penting juga. Misalnya, kekurangan besi dapat menyebabkan kelelahan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan libido rendah. (Makan Anda brokoli!)
3. Kelola stres Anda
"Bagaimana liburan anda, Bagaimana berkomunikasi dengan pasangan Anda??" "Orang-orang / mereka yang terlalu banyak bekerja dan stress, akibatnya gairah seks akan menurun dan menemui kehidupan seks yang buruk."
Sumber : Health.com
Jumat, 19 November 2010
Batu Ginjal
Batu Ginjal, Penyebab dan Pencegahannya
Oleh : (dr. Drs. Hadipratomo Y, sarjana biologi dan dokter umum).
(dr. Drs. Hadipratomo Y, sarjana biologi dan dokter umum).***
Sumber : http://www.f-buzz.com/2008/06/26/batu-ginjal-penyebab-dan-pencegahannya/
Read More......
Oleh : (dr. Drs. Hadipratomo Y, sarjana biologi dan dokter umum).
Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan,adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.
DALAM istilah kedokteran, batu ginjal disebut Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine.
Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang.
Apakah penyebabnya? Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu. Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium.
Gejala
Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar.
Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.
Bagaimanakah diagnosisnya? Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut:
1.Foto sinar X dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal.
2.Ultrasound ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya.
3.Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal.
4.Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya.
5.Analisis kultur urine untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain.
Mencegah dan mengobati
Bagaimanakah pengobatannya? Karena 90% dari batu ginjal berdiameter kurang dari 5 mm, biasanya cukup diberi air rebusan dari tumbuhan Desmodium stryracifulium dan diberi minum 6 – 8 gelas air per hari, diberi antibiotika untuk mencegah infeksi, serta obat pengurang rasa sakit. Pada umumnya batu akan keluar dalam waktu 5 – 10 hari.
Apabila batu terlalu besar untuk dikeluarkan secara alamiah, operasi dapat dikerjakan. Apabila batu berada di ureter, sistoskopi dapat digunakan melalui uretra dan batu dimanipulasi dengan kateter. Pengeluaran batu dari daerah lainnya (pada calix dan pelvis) memerlukan operasi dari samping atau perut bagian bawah.
Prosedur yang disebut percutaneus ultrasonic lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy akan memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil-kecil, sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah atau dengan pengisapan.
Untuk pencegahan batu ginjal, sebaiknya sering minum air rebusan tumbuhan Desmodium stryracifolium, atau dianjurkan mengurangi makan kalsium, diberi obat untuk mencegah pembentukan batu asam urat, dan vitamin C yang memberi keasaman kepada urine. Apabila kelenjar paratiroid juga termasuk penyebabnya, dokter akan merekomendasi tindakan paratiroidektomi (kelenjar paratiroid diangkat).
Prognosisnya: batu ginjal sering menimbulkan gejala rasa sakit yang hebat, tapi biasanya setelah dikeluarkan tidak menimbulkan kerusakan permanen. Memang sering terjadi kambuh lagi, terutama bila tidak didapatkan penyebabnya dan diobati.
Komplikasinya:
1. Timbul kembali batu ginjal.
2. Infeksi saluran urine.
3. Penyumbatan pada ureter.
4. Kerusakan sebagian jaringan ginjal.
5. Menurunnya atau hilangnya fungsi ginjal yang terkena.
(dr. Drs. Hadipratomo Y, sarjana biologi dan dokter umum).***
Sumber : http://www.f-buzz.com/2008/06/26/batu-ginjal-penyebab-dan-pencegahannya/
Gagal Ginjal
Gagal Ginjal, Kenali Gejalanya Sejak Dini
Sumber : http://www.dechacare.com/Gagal-Ginjal-Kenali-Gejalanya-Sejak-Dini-I123.html
Read More......
Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.
Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit, SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal.
Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.
Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.
Kenali tandanya
Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.
Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal.
Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal.
Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.
Gaya hidup sehat
Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. "Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal," kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta.
Selain gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.
Sumber : http://www.dechacare.com/Gagal-Ginjal-Kenali-Gejalanya-Sejak-Dini-I123.html
Siaga Gula Darah
Saatnya Siaga Gula Darah
Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/09/13/12345192/Saatnya.Siaga.Gula.Darah
Read More......
Kompas.com - Diabetes merupakan penyakit yang bisa merenggut penglihatan, kerja ginjal, bahkan jantung. Sebuah penyakit yang sudah menewaskan ribuan orang. Kendati demikian, banyak orang yang hanya angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan terkena penyakit ini karena gejalanya memang bisa tak terlihat.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Federasi Diabetes Internasional memperkirakan lebih dari 50 persen pengidap diabetes tipe 2 tidak terdiagnosis. Mereka umumnya baru ketahuan saat berobat untuk penyakit lain. Di Indonesia, mayoritas pasien diabetes datang ke dokter sudah membawa setumpuk komplikasi. Karena itu perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah penyakit ini.
Diagnosis diabetes melitus dapat dilakukan dengan beberapa cara yang pada dasarnya melalui keluhan klinis dan dukungan pemeriksaan penunjang. Pada diabetes, gula darah selalu tinggi. "Dokter baru mendiagnosa seseorang diabetes bila kadar gula darah sewaktunya di atas 200 mg/dl atau gula darah puasa lebih atau sama dengan 126 mg/dl ," kata Prof.dr.Sri Hartini KS.Kariadi, Sp.PD-KEMD, penulis buku Diabetes? Siapa Takut!!
Ia menambahkan, ada beberapa kasus dengan kadar gula tinggi tetapi bukan diabetes, melainkan pra-diabetes, yakni bila pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan angka 140 mg/dl.
"Pra-diabetes biasanya ditemukan sebelum atau mendahului timbulnya diabetes. Pasien pada golongan ini tidak sepenuhnya diperlakukan seperti diabetesi, tetapi mereka sudah diwanti-wanti untuk menjaga makanan dan berolahraga agar penyakitnya tidak berkembang menjadi diabetes," kata Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini.
Senada dengan Prof.Sri Hartini, Prof.Dr.Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, mengatakan orang yang mengalami pra-diabetes masih bisa membalikkan keadaan atau paling tidak melambatkan perburukan kondisi. "Pada dasarnya dalam kondisi ini sudah terjadi resistensi insulin. Namun kondisi ini bisa dipulihkan dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat," papar Presidan Persatuan Diabetes Indonesia ini dalam media edukasi tentang diabetes di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kontrol gula darah
Dalam waktu lima tahun, pradiabetes yang tidak ditangani akan berkembang menjadi diabetes. Seseorang didiagnosis menderita diabetes ketika tubuhnya tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi.
Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan glukosa tepat sesuai kebutuhan dan menyimpan yang tersisa. Akan tetapi tanpa insulin yang berfungsi membuka reseptor sebuah sel sehingga glukosa dapat masuk, gula yang berlebih ini terkumpul di aliran darah dan bisa menyebabkan segudang masalah.
Kelebihan berat badan merupakan faktor utama untuk diabetes pada orang dewasa. Hal ini terutama sangat penting untuk orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penderita diabetes. Menurut Sidartawan, mereka yang berisiko tinggi terkena diabetes adalah berusia lebih dari 40 tahun, hipertensi, kegemukan, kolesterol tinggi, serta memiliki riwayat dalam keluarga. "Mereka ini dianjurkan melakukan pemeriksaan dini," katanya.
Langkah utama untuk menghindari risiko diabetes dan komplikasinya adalah dengan melakukan pemantauan gula darah secara rutin. Tingginya kadar gula darah menimbulkan komplikasi pembuluh darah. Mikroangiopati (gangguan mata, ginjal, dan saraf) maupun makroangiopati (stroke dan gangguan jantung).
Diabetes adalah penyakit yang menyerang secara diam-diam namun berakibat menjadi sebuah bencana. Karena itu penting bagi kita untuk memeriksakan gula darah guna mewaspadai naiknya kadar glukosa.
Saat ini banyak tersedia alat pengukur gula darah mandiri yang bisa dilakukan oleh kaum awam sehingga pasien bisa memantau sendiri gula darahnya. "Dengan pemantauan gula darah, konsumsi makanan bisa dikelola sehingga tak menimbulkan diabetes," kata Hery Purwanto, Product Manager Accu-Chek dari PT. Roche Indonesia.
Hindari kegemukan
Mereka yang diketegorikan pradiabetes sudah harus mengubah gaya hidup. Perubahan itu bisa memperlambat, bahkan mencegah terjadinya diabetes. Ini berarti lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat, menghindari gula, serta mengendalikan berat badan.
"Untuk mencegah diabetes, mereka yang termasuk pradiabetes dianjurkan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko, seperti kegemukan, kurang gerak dan faktor risiko lainnya," kata Sri Hartini.
Peneliti di Harvard University, Amerika Serikat, menemukan bahwa olahraga merupakan cara yang baik untuk membantu mencegah diabetes tipe 2. Dari wawancara dengan 22.000 dokter, para peneliti menemukan bahwa pria yang berolahraga sekurangnya lima kali dalam seminggu bisa menurunkan risiko mereka menderita diabetes hingga 40 persen.
Olahraga juga akan membantu tubuh lebih maksimal menyerap semua gula yang beredar dalam tubuh. Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat aerobik dan dilakukan secara teratur. Dalam jangka panjang hal ini akan membuat sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/09/13/12345192/Saatnya.Siaga.Gula.Darah
Bawang Bombai Cegah DM
Bawang Bombai Cegah Diabetes
Sumber : http://health.kompas.com/read/2010/02/13/10391243/Bawang.Bombai.Cegah.Diabetes
Read More......
KOMPAS.com — Bawang bombai (Allium cepa L) memiliki kandungan kromium yang baik. Kromium berperan mencegah diabetes melitus. Seperti bawang putih, bawang bombai juga berperan penting bagi kesehatan.
Namun, berbeda dengan bawang putih, komponen sulfur pada bawang bombai terdapat dalam bentuk allyl propyl disulphide. Komponen ini berperan penting dalam menurunkan glukosa darah sehingga baik bagi penderita diabetes.
Bawang bombai juga baik untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Komponen sulfur dalam bawang bombai akan bersinergi dengan kromium dan vitamin B6 untuk menurunkan kadar homosistein dalam darah. Bawang bombai juga memiliki sifat antiperadangan.
Komponen isothiocyanates (juga terdapat pada brokoli) dilaporkan dapat menghambat sel kanker. Komponen tersebut berasal dari senyawa glukosinolates yang mengalami
perubahan setelah bawang bombai digigit, dikunyah, dan dicerna. Bawang bombai juga mengandung komponen flavonoid yang sangat baik untuk mencegah kanker usus.
Para ahli di University of Bendi Swiss pernah meneliti manfaat bawang bombai terhadap tulang. Terbukti konsumsi bawang bombai setiap hari selama 4 minggu mampu meningkatkan konsentrasi kalsium penguat tulang hingga 17 persen.
Sumber : http://health.kompas.com/read/2010/02/13/10391243/Bawang.Bombai.Cegah.Diabetes
Kopi Teh Cegah Diabetes
Makin Banyak Bukti, Kopi-Teh Cegah Diabetes
Sumber : http://health.kompas.com/read/2009/12/16/14061367/Makin.Banyak.Bukti..Kopi.Teh.Cegah.Diabetes
Read More......
JAKARTA, KOMPAS.com - Kopi, teh, atau decaf! Apapun pilihan Anda, mengonsumsi salah satu jenis minuman itu dapat menekan risiko mengidap diabetes, demikian hasil analisa terbaru 18 studi yang melibatkan ratusan ribu orang.
Kajian terhadap suatu riset pada 2005 lalu menyimpulkan, orang yang meminum kopi paling banyak menghadapi kemungkinan tiga kali lebih kecil mengidap diabetes dibanding mereka yang paling sedikit meminum kopi, kata Dr Rachel Huxley dari University of Sydney, Australia.
Beberapa tahun sejak itu, jumlah penelitian mengenai hubungan kopi dan risiko diabetes meningkat lebih dari dua kali lipat. Sementara studi lainnya menunjukkan bahwa teh dan kopi non-kafein mungkin juga bersifat mencegah.
Untuk memperbarui bukti tersebut, Huxley dan timnya menganalisis 18 riset yang mengaitkan kopi, decaf, dan teh, dengan resiko diabetes tipe 2 yang dipublikasikan antara 1966-2009 dan melibatkan 459.000 orang.
Diabetes tipe 2, yang seringkali dikaitkan dengan obesitas, diderita hampir 8 persen penduduk AS, menurut "US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases".
Dari tiap secangkir kopi yang dikonsumsi setiap hari, para ahli mencatat risiko seseorang terserang diabetes berkurang sebanyak tujuh persen. Pada keenam studi itu, yang meneliti kopi non-kafein, para peneliti mendapati, orang yang mengkonsumsi lebih dari tiga atau empat gelas kopi per hari memiliki risiko diabetes 36 persen lebih rendah.
Dalam tujuh studi yang meneliti kebiasaan minum teh dan risiko diabetes, orang yang minum lebih dari tiga atau empat gelas per hari menghadapi risiko 18 persen lebih rendah untuk terserang diabetes.
Menurut catatan Huxley dan timnya, analisis saat ini mungkin terlalu memperbesar estimasi dampak minuman itu terhadap risiko diabetes karena faktor statistik dengan skala studi yang lebih kecil. Juga tak mungkin untuk mengatakan dari bukti saat ini bahwa pecandu berat kopi dan teh serta minuman non-kafein tak memiliki karakteristik lain yang mungkin melindungi mereka dari diabetes, semisal diet yang lebih sehat.
Fakta bahwa dampak yang terlihat dari decaf, kopi dan teh seperti nyata, semua itu bukan hanya pada kafein semata, tapi mungkin juga berkaitan dengan bahan lain yang ditemukan pada minuman itu. Sebagai contoh magnesium, lignan --bahan kimia mirip estrogen yang ditemukan pada tanaman-- atau asam klorogenik --yang merupakan antioksidan yang memperlambat terlepasnya gula ke dalam darah setelah makan.
Riset klinis dibutuhkan guna menyelidiki apakah memang minuman itu membantu mencegah diabetes. Jika manfaat itu terbukti benar, para dokter mungkin dapat mulai menasehati pasien yang berisiko diabetes bahwa bukan hanya harus olahraga dan mengurangi berat badan, tapi juga minum teh dan kopi.
Sumber : http://health.kompas.com/read/2009/12/16/14061367/Makin.Banyak.Bukti..Kopi.Teh.Cegah.Diabetes
Langganan:
Postingan (Atom)
Diabetes, Jangan Tunggu Bergejala!
Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua. Selengkapnya...








